Selasa, 19 Agustus 2014

Trainer Power Steering Hidrolik atau EPS untuk SMK Otomotif

TRAINER POWER STEERING :




Spesifikasi

1.         Kerangka (standing) terbuat dari besi 4 mm
2.         Cat Duco
3.         Roda Ukuran 3inch 4buah (2 permanen, 2 bebas)
4.         Unit Power Steering
5.         Unit EPS type rack & Pinion
6.         2 Unit Pegas Coil Roda
7.         2 Unit Roda
8.         Unit Motor Listrik 1 Phase
9.         Panel (Saklar On-Off)
10.     ECU
11.     Stir Mobil
12.     Rack and Pinion Gear
13.     Torque Sensor
14.     Steering Gear
15.     Rumah Gigi kemudi
16.     Control Valve
17.     Gear Housing
18.     Power Suplay/Battery
19.     Binding Post
20.     Jack Banana
21.     DLL

Harga
(Untuk harga silahkan konfirmasi)
Free Ogkos Kirim Surabaya sekitarnya


CV. HAKA JAYA
Jl. Dukuh Bulu No. 105 Lontar-Sambikerep, Surabaya
Jl. Candilontar Pasar A2 no. 16 Surabaya (workshop)
Telp. 082233290435 (heru) / 031-99019049
Email/website: heru_adry@yahoo.co.id  / www.trainersmk.net

Power steering adalah komponen yang berfungsi untuk meringankan pengemudi dalam membelokkan setir mobil.
Penggunaan power steering memberikan keuntungan seperti :
- Mengurangi daya pengemudian ( steering effort )- Kestabilan yang tinggi selama pengemudian

Macam-macam jenis Power steering adalah :
1. Hidrolis : Menggunakan booster hidrolik berisi fluida minyak untuk meringankan kemudi.
Contoh : toyota kijang, daihatsu xenia, suzuki panther
2. Elektrical Power Steering (EPS) : Menggunakan putaran motor listrik untuk meringankan kemudi.
Contoh : honda jazz, suzuki karimun, toyota yaris, Honda CRV

Cara Kerja :

Saat Posisi Netral
Minyak dari pompa dialirkan ke katup pengontrol ( control valve ). Bila katup pengontrol berada pada posisi netral, semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas ( relief port )dan kembali ke pompa. Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan arena tekanan kedua sisi sama, torak tidak bergerak.

Saat Posisi Belok
Pada saat poros utama kemudi (steeringmain shaft) diputar ke salah satu arah, katup pengontrol juga akan bergerak menutup salah satu saluran minyak. Saluran yang lain akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi perbedaan tekanan dan torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan rendah sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.


2 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews