Rabu, 29 Juni 2016

Pengertian Alat Peraga

     1. PENGERTIAN
Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2002 :59 ). Alat peraga merupakan salah satu komponen penentu efektivitas belajar.Alat peraga mengubah materi ajar yang abstrak menjadi kongkrit dan realistik. Penyediaan perangkat  alat peraga merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan siswa belajar, sesuai  dengan tipe siswa belajar.
Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi  seluruh panca indra siswa untuk meningkatkan efektivitas siswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis. Pelajaran tidak sekedar menerawang pada wilayah abstrak, melainkan sebagai proses empirik yang konkrit yang realistik serta menjadi bagian dari hidup yang tidak mudah dilupakan.
Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat Bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat Bantu atau alat peraga memegang peranan yang penting sebab dengan adanya alat peraga ini bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa.Alat peraga sering disebut audio visual, dari pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga.Alat tersebut berguna agar pelajaran yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.

J   2. JENIS-JENIS ALAT PERAGA
Ada beragam jenis alat peraga pembelajaran, dari mulai  benda aslinya, tiruannya, yang sederhana sampai yang canggih, diberikan dalam kelas atau di luar kelas. Bisa juga berupa bidang dua dimensi (gambar), bidang tiga dimensi (ruang), animasi / flash (gerak), video (rekaman atau simulasi).
Alat peraga pembelajaran disini kita khususkan untuk siswa SMK dimana disitu terdapat berbagai jurusan. Jika guru belum memiliki kemampuan untuk menciptakan alat peraga berbasis TIK maka guru dapat memanfaatkan hasil alat peraga yang telah diciptakan oleh rekan-rekan sejawat yang lain. Eksplorasilah kemampuan pencarian informasi melalui internet, maka guru akan mendapatkan beragam alat peraga pembelajaran berbasis TIK yang bisa dipergunakan secara cuma-cuma.
Contoh Gambar Alat Peraga







3.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA
Adapun kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga dalam pengajaran yaitu:
Kelebihan penggunaan alat peraga yaitu: 
·         Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik
·         Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya
·         Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah bosan 
·         Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti :mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya.
Adapun tujuan dari alat peraga untuk:
1.    Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas.
2.    Mengembangkan sikap yang dikehendaki.
3.    Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut.
Pemakaian alat peraga merangsang imajinasi siswa dan memberikan kesan yang mendalam dalam mengajar, panca indra dan seluruh kesanggupan seorang anak perlu  dirangsang, digunakan dan libatkan, sehingga tak hanya mengetahui, melainkan dapat memakai dan melakukan apa yang dipelajari. Panca indera yang paling umum dipakai dalam mengajar adalah “ mendengar” melalui pendengaran, anak mengikuti peristiwa-peristiwa dan ikut merasakan apa yang disampaikan. Seolah-olah telinga mendapatkan mata. siswa melihat sesuatu dari apa yang diceritakan. Namun ilmu pendidikan berpendapat, bahwa hanya 20% dari apa yang didengar dapat diingat kemudian hari. Kesan yang lebih dalam dapat dihasilkan jikalau apa yang diceritakan “dilihat melalui sebuah gambar “. Dengan demikian, melalui” mendengar “ dan “ melihat” akan diperoleh kesan yang jauh lebih mendalam.            
Kekurangan alat peraga yaitu: 
1.    Mengajar dengan memakai alat peraga lebih banyak menuntuk guru.
2.    Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan 
3.    Perlu kesediaan berkorban secara materiil
Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran alat peraga itu, antara lain terlalu menekankan bahan-bahan peraganya sendiri dengan tidak menghiraukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain, pengembangan, produksi, evaluasi, dan pengelolaan bahan-bahan itu. Kelemahan lain adalah alat peraga dipandang sebagai “alat Bantu “ semata-mata bagi guru dalam melaksanakan kegiatan mengajarnya sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat peraga tersebut diabaikan. Disamping itu terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audiovisual sebagai alat Bantu guru dalam mengajar.
Alat peraga yang digunakan hendaknya memiliki karakteristik tertentu. Ruseffendi (dalam darhim,19986:14 ) menyatakan bahwa alat peraga yang di gunakan harus memiliki sifat sebagai berikut:
1.    Tahan lama (terbuat dari bahan yang cukup kuat ).
2.    Bentuk dan warnanya menarik.
3.    Sederhana dan mudah di kelola (tidak rumit ).
4.    Ukurannya sesuai (seimbang )dengan ukuran fisik anak.
5.    Dapat mengajikan konsep matematika (tidak mempersulit pemahaman)
6.    Sesuai dengan konsep pembelajaran.
7.    Dapat memperjelas konsep (tidak mempersulit pemahaman )
8.    Peragaan itu supaya menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir yang abstrak bagi siswa.
9.    Bila kita mengharap siswa belajar aktif (sendiri atau berkelompok )alat peraga itu supaya dapat di manipulasikan , yaitu: dapat diraba, dipegang, dipindahkan, dimainkan, dipasangkan, dicopot, (diambil dari susunannya ) dan lain-lain.
10.  Bila mungkin alat peraga tersebut dapat berfaedah lipat (banyak ).

4.    FUNGSI ALAT PERAGA
Berikut ini beberapa fungsi alat peraga antara lain:
·         Fungsi Alat Peraga terutama untuk membangkitkan minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
·         Fungsi Alat peraga untuk menyajikan materi ke dalam  bentuk  yang lebih konkrit, siswa  pada tingkat  yang lebih rendah akan lebih memahami dan mengerti apa yang diajarkan.
·         Dengan Alat  Peraga siswa akan menyadari   adanya  hubungan  antara   pembelajaran  dengan benda-benda di sekitarnya
·         Penggunaan alat peraga meungkinkan konsep-konsep  abstrak yang  disajikan  dalam  bentuk  konkrit
Fungsi lain dari alat peraga adalah sebagai berikut:
1. Sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2. Salah satu unsur yang harus dikembangkan oleh guru karena mrupakan bagian yang integral dari situasi mengajar.
3. Penggunaannya integral dengan tujuan dan isi pelajaran.
4. Penggunaannya bukan semata-mata alat hiburan (pelengkap).
5. Untuk mempercepat proses pembelajaran (menangkap pengertian)
6. Untuk memprtinggi mutu pembelajaran.
Nilai-nilai penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Dapat mengurangi terjadinya verbalisme.
2. Dapat memperbesar minat dan perhatian siswa.
3. Hasil belajar bertambah mantap.
4. Memberikan pengalaman yang nyata dan dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri pada setiap siswa.
5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesinambungan.
6. Membantu tumbuhnya pemikiran dan membantu berkembangnya bahasa.
7. Membantu berkembangnya efisiensi dan pengalaman belajar yang lebih sempurna.

5.    PENERAPAN ALAT PERAGA DALAM PEMBELAJARAN
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan setiap hari, merupakan kehidupan dari suatu kelas, dimana guru dan peserta didik saling terkait dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan oleh guru.Keberhasilan kegiatan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru, karena guru merupakan pengelola tunggal di dalam kelas.Oleh karena itu bila peserta didik kurang bisa menunjukan keterampilan dalam suatu mata pelajaran, maka tuduhan kekurangberhasilan juga tertuju kepada guru.
Media pembelajaran diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam terjadinya pembelajaran.Berdasar fungsinya media dapat berbentuk alat peraga dan sarana.Namun dalam keseharian kita tidak terlalu membedakan antara alat peraga dan sarana.Menurut Estiningsih (1994) alat peraga merupakan media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri konsep yang dipelajari. Contoh: papan tulis, buku tulis, dan daun pintu yang berbentuk persegi panjang dapat berfungsi sebagai alat peraga pada saat guru menerangkan bangun geometri dalam persegi panjang.
Fungsi utama alat peraga adalah untuk menurunkan keabstrakan dari konsep, agar anak mampu menangkap arti sebenarnya dari konsep yang dipelajari.Dengan melihat, meraba, dan memanipulasi alat peraga maka anak mempunyai pengalaman nyata dalam kehidupan tentang arti konsep. Sedangkan sarana merupakan media pembelajaran yang fungsi utamanya sebagai alat bantu untuk melakukan pembelajaran. Dengan menggunakan sarana tersebut diharapkan dapak memperlancar pembelajaran. Contoh: papan tulis, jangka, penggaris, lembar tugas (LT), lembar kerja (LK), dan alat-alat permainan.
Prinsip-prinsip penggunaan alat peraga ialah sebagai berkut:
1. Menentukan alat peraga dngan tepat
2. Menetapkan /memperhitungkan subjek dengan tepat.
3. Menyajikan alat peraga dengan tepat.
4. Menempatkan atau memperlihatkan alat peraga tepat waktu, tempat dan situasi yang tepat.
Bila kita cermati pembelajaran yang terjadi di sekolah saat ini, masih banyak yang dikelola secara klasikal. Artinya semua peserta didik diperlakukan sama oleh guru. Pembelajaran klasikal merupakan pembelajaran yang paling disenangi oleh guru karena cara ini mudah dilaksanakan. Pada pembelajaran klasikal umumnya komunikasi terjadi searah, yaitu dari guru ke peserta didik, dan hampir tidak terjadi sebaliknya.Oleh sebab itu penggunaan alat peraganya didominasi oleh guru.Pada umumnya hanya sebagaian kecil dari peserta didik yang dapat memanfaatkan alat peraga tersebut.
Untuk meminimalisasi dominasi guru dalam penggunaan alat peraga, maka perlu direncanakan dan dikembangkan alat peraga untuk kelompok atau individu. Ada beberapa keuntungan bila alat peraga digunakan untuk kelompok, antara lain: (1) adanya tutor sebaya dalam kelompok, akandapat membantu guru dalam menerangkan pemanfaatan alat peraga kepada temannya, (2) kerjasama yang terjadi dalam penggunaan alat peraga kelompok akan
membuat suasana kelas lebih menyenangkan, (3) banyaknya anggota kelompok yang relatif kecil akan memudahkan peserta didik untuk berdiskusi dan bekerjasama dalam pemanfaatan alat.
Dengan bantuan penggunaan alat peraga dalam diharapkan dapat memberikan permasalahan-permasalahan menjadi lebih menarik bagi anak yang sedang melakukan kegiatan belajar. Karena penemuan-penemuan yang diperoleh dari aktivitas anak biasanya bermula dari munculnya hal-hal yang merupakan tanda tanya, maka permasalahan yang diselidiki jawabannya itu harus didasarkan pada obyek yang menarik perhatian anak. Jadi bila memungkinkan hal itu haruslah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang mengarah pada bahan diskusi dalam berbagai cabang penyelidikan, misalnya dari buku, dari guru atau bahkan dari anak sendiri.Hal itu dapat ditentukan melalui peragaan dari guru dan diskusi yang melibatkan seluruh kelas atau oleh kelompok kecil/seorang anak yang bekerja dengan lembar kerja. Dengan menggunakan suatu lembar kerja, mereka dapat menggunakan bahan-bahan yang dirancang untuk mengarahkan dalam menjawab pertanyaan yang akan membantu mereka menemukan suatu jawaban yang dimaksudkan pada arti pertanyaannya. Oleh karena itu sebaiknya setiap alat peraga dilengkapi dengan kartu-kartu atau lembar kerja atau petunjuk penggunaan alat untuk menjawab permasalahan.

Jumat, 24 Juni 2016

teknik elektro jurusan mekatronika (Trainer Pneumatik, Hidroulik, PLC, ELDAS, DIGDAS)

1. Double Set Trainer Pneumatic dan Hydraulic X Profile


SPESIFIKASI:
Hydraulic
-   Papan Aluminium Extruksion panel
-   Tubing
-   Roda Ukuran 3inch 4buah (2 permanen, 2 bebas)
-   Meja pelat besi dan kerangka besi kotak
-   Double Acting Cylinder
-   4/3 Solenoid Valve 24 DC
-   Pressure Gauge
-   Relief Valve
-   Check Valve
-   Motor Pompa, 0.75kw 1 Phase
-   Tangki Oli Hidrolik
-   MCB 10
-   MCB 4
-   Push Button
-   Selang hidrolik
-   Lamp Indicator
-   DLL



Pneumatic
-   Modul Air Service Unit
-   Modul Manual Valve 4/3
-   push button 3/2
-   selector 3/2 1pcs
-   Modul Check Valve 2
-   Modul Timer Valve
-   Modul Logic Valve AND
-   Modul Logic Valve OR
-   Modul Double Acting
-   Pneumatic Valve 5/2
-   Modul Single Acting
-   Pneumatic Valve 5/2
-   Modul Single Acting
-   Pneumatic Valve 3/2
-   Modul Flow Control
-   Modul Quick Exhaust
-   Modul Double Acting Cylinder
-   Limit Switch With Roller
-   Modul Single Acting Cylinder
-   Roller Valve
-   Kompresor
-   Pressure Gauge
-   Tubing
-   DLL


2. Electronika Dasar (Eldas)


SPESIFIKASI:
1.        Power Supply, input 220VAC, Output 12VDC
2.        Variable Resistor, 0.5 Watt
3.        Switch-8 pcs,
4.        LED Experiment
5.        Standard Proto Board,
6.        Signal Generator, Frekuensi mode
7.        Transistor NPN/PNP
8.        Digital Multimeter,Ampere, Ohm, AC/DC Volt
9.        Library Component, resistor, Potensio, capasitor, dioda,  transistor, IC
10.    DLL


3. Basic Digital Dasar


SPESIFIKASI:
1.    Power Supply, input 220VAC, output 5V
2.    AND Gate Dual Input, 4 logic  
3.    AND Gate Quad Input, 2 logic
4.    OR Gate Dual Input, 4 logic
5.    NOT Gate, 6 logic
6.    NOR Gate Dual Input, 4 logic
7.    NAND Gate Quad Input, 2 logic
8.    XOR Gate Dual Input, 4 logic
9.    XNOR Gate Dual Input, 4 logic
10. D Flip-flop, 2 logic
11. RS Flip-flop, 2 logic
12. JK Flip-flop, 2 logic
13. BCD To 7 segment, input BCD 4 bit, out 7 segment
14. Switch, 8 switch input
15. Software Simulator Logic Gate and application
16. DLL

4. Electro Pneumatic Trainer (Electro)
SPESIFIKASI:
1.         Rangka besi kotak 4x4mm
2.         Papan Akrilik
3.         Binding Post
4.         Jack Banana
5.         Silider kerja tunggal
6.         Silinder kerja ganda + 2 limit switch dengan roll
7.         Selenoid tunggal 24 Vdc
8.         Katup 5/2, solenoid ganda 24 VDC
9.         Katup 3/2, solenoid single 24 VDC
10.     Manual Valve 4/3
11.     Unit pemeliharaan udara
12.     Lampu indikator 24 VDC (3 lampu)
13.     Relay  24 VDC
14.     Buzzer 24 VDC (3 buzzer)
15.     Timer
16.     Power supply switching 220 VAC /24 VDC
17.     Tombol tekan 1 NO / 1 NC + selektor switch 2 NO
18.     Kompresor
19.     DLL

       5. Basic Pneumatic Trainer (mekanik)



SPESIFIKASI:
1.         Rangka besi kotak 4x4mm
2.         Papan Akrilik
3.         Modul Manual Valve 4/3 
4.         Modul push button 3/2, 5/2 
5.         Modul Check Valve 
6.         Modul Timer Valve 
7.         Modul Logic Valve (AND, OR), 
8.         Modul Pneumatic Valve 5/2 
9.         Modul Flow Control, 
10.      Modul Quick Exhaust
11.     Modul Air Filter 
12.     Modul Double Acting Cylinder with roller, 2x2 roller 
13.     Modul Single Acting Cylinder, 2x2 roller 
14.     Kompresor, Tubing, Pressure Gauge
15.     DLL

6.  Pneumatic Trainer X Profile
SPESIFIKASI:
1.     Papan Aluminium Extruksion panel
2.     Roda Ukuran 3inch 4buah (2 permanen, 2 bebas)
3.     Meja pelat besi dan kerangka besi kotak 4x4mm
4.     Modul Air Service Unit
5.     Modul Manual Valve 4/3
6.     push button 3/2
7.     selector 3/2
8.     Modul Check Valve 2
9.     Modul Timer Valve
10. Modul Logic Valve AND
11. Modul Logic Valve OR
12. Modul Double Acting Pneumatic Valve 5/2
13. Modul Single Acting Pneumatic Valve 5/2
14. Modul Single Acting Pneumatic Valve 3/2
15. Modul Flow Control, 4 pcs
16. Modul Quick Exhaust, 4 pcs
17. Modul Double Acting Cylinder
18. Limit Switch With Roller
19. Modul Single Acting Cylinder
20. Roller Valve
21. Kompresor
22. Pressure Gauge
23. Tubing
24. DLL

 7. Hydraulic Trainer


SPESIFIKASI:
1.        Rangka besi kotak 4x4mm
2.        Papan Akrilik
3.        Roda Ukuran 3inch 4buah (2 permanen, 2 bebas)
4.        Double Acting Cylinder
5.        4/3 Solenoid Valve 220 VAC
6.        Shut Off Valve
7.        Pressure Gauge
8.        Relief Valve
9.        Check Valve
10.    Panel Control
11.    Hydraulic pump 0.75kw 1 phase
12.    MCB 10 A
13.    Push Button, max 5A
14.    Hydraulic hose 1/4” with Quick Coupler
15.    Lamp Indicator 220V
16.    Power AC 220 V, 10A
17.    DLL


8. Trainer Hydroulic X Profile



SPESIFIKASI:
1.        Rangka Besi Kotak 4x4mm
2.        Papan Aluminium Extruksion Panel
3.         Roda Ukuran 3inch 4buah (2 permanen, 2 bebas)
4.        Double Acting Cylinder 2 pcs
5.        4/3 Solenoid Valve 24 DC
6.        Pressure Gauge
7.        Relief Valve
8.        Check Valve
9.        Motor Pompa, 0.75kw 1 Phase (Pwr. Pack)
10.    Tangki Oli Hidrolik
11.    MCB 10
12.    MCB 4
13.    Push Button
14.    Selang hidrolik
15.    Indicator
16.    Drawer
17.    DLL


9. Trainer Hydraulic & Pneumatic













SPESIFIKASI:
Hydraulic
-   Rangka besi kotak
-   Papan Akrilik
-   Roda Ukuran 3inch 4buah (2 permanen, 2 bebas)
-   Double Acting
-   Cylinder 2 pcs
-   4/3 Solenoid Valve 220 VAC
-   Shut Off Valve
-   Pressure Gauge
-   Relief Valve
-   Check Valve
-   Motor Pompa, 0.75kw, 1 phase
-   Tangki Oli
-   MCB 4 A
-   Push Button, max 5A
-   Selang 50 cm
-   Lamp Indicator, 220V
-   Power AC 220 V
-   DLL


Pneumatic
-   Modul Air Service Unit
-   Modul Manual Valve,  push button 3/2,   selector 3/2
-   Modul Check Valve 2 pcs
-   Modul Timer Valve
-   Modul Logic Valve (AND, OR)
-   Modul Double Acting Pneumatic Valve     5/2
-   Modul Single Acting Pneumatic Valve 5/2, 3/2
-   Modul Flow Control, 4 pcs
-   Modul Quick Exhaust, 4 pcs
-   Modul Double Acting
-   Cylinder with roller, 2x2
-   roller 
-   Modul Single Acting
-   Cylinder, 2x2 roller
-   Kompresor, Tubing,
-   Pressure Gauge
-   DLL

10. Basic PLC Trainer


SPESIFIKASI:
1.        PLC Omron CP1E (20 I/O, komunikasi USB port)
2.        Input push button : 3
3.        Input emergency switch
4.        Input selector Switch
5.        Input proximity sensor
6.        Input toggle switch  : 12
7.        Input banana plug : 12
8.        Output banana plug : 8
9.        Output lampu 24 V : 3
10.    Output LED : 8
11.    Output buzzer 24 V
12.    Power Source 24 V untuk input dan output
13.    Kabel Jumper
14.    Kabel usb (komunikasi dengan komputer)
15.    DLL

11. Trainer PLC
 


SPESIFIKASI:
1.         Rangka besi kotak 4x4mm
2.         Papan akrilik
3.         Roda Ukuran 3inch 4buah (2 permanen, 2 bebas)
4.         Binding Post
5.         Jack Banana
6.         PLC
7.         Proximity Sensor
8.         Indikator Lamp
9.         Motor DC
10.      Selector Emergency
11.      Trafight Light
12.      Push Button
13.      Buzzer
14.      Relay
15.      Power Suplay
16.      Set komputer
(monitor,CPU,mouse,keyboard,instal software) DLL






NB:
Free Pengiriman Surabaya dan Sekitarnya
Harga Nanti Belum Termasuk Pajak dan Ongkos Kirim
  Konfirmasi harga bisa menghubungi dibawah ini:

CV. HAKA JAYA
Jl. Dukuh Bulu No. 105 Lontar-Sambikerep, Surabaya
Jl. Candilontar Pasar A2 no. 16 Surabaya (workshop)
Telp. 082233290435 (heru) / 031-99019049
Email/website: heru_adry@yahoo.co.id  / www.trainersmk.net

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews